MENGAPUNG BERSAMA NIL

Mengapung-Bersama-Nil2

Sudah beredar di pasaran, novel terbaru karya Ketua Forum Lingkar Pena Mesir. Novel yang mengisahkan tentang perjuangan seorang gadis Mesir dalam mencari cinta, kekuatan dan jati diri yang panjang. Dengan setting Mesir dan kota-kota menawan sepanjang Nil. Ditulis dengan cahaya cinta dan berdasarkan observasi yang tinggi. Dengan bumbu cinta dengan mahasiswa AL Azhar asal Indonesia. Ingin tahu langsung kisahnya. Bisa dibeli di toko-toko terdekat di kota Anda seperti Gramedia, Gunung Agung dan lain-lain. Selamat membaca karya saya. Syukran. Arif Friyadi

Bagi Salwa, Nil merupakan sungai yang tak pernah selesai mengapungkannya dari cerita ke cerita, kelam demi kelam. Ia terlahir dari rahim Nawal Majdi, seorang putri Ikhwanul Muslimin dan muslimah yang sangat taat, tapi terhina di mata masyarakat. Kemudian ia dibuang ke aliran Nil El Menya, yang mengantarkannya pada Kamal, seorang bawwab yang kemudian mengasuh dirinya dengan penuh kasih. (lagi…)

The-Road-to-the-Empire2

Takudar, Argun, Buzun adalah tiga putra Tuqluq Timur Khan, penguasa kekaisaran Mongolia keturunan Jengiz Khan. Setelah pembunuhan terhadap Kaisar dan permaisurinya, Takudar, Pangeran Kesatu pewaris sah tahta kekaisaran menghilang. Pangeran Kedua menjadi Kaisar dengan penuh konspirasi atas bantuan Albuqa Khan, orang yang menjadi kepercayaannya. Dan Buzun, Pangeran Ketiga, tetap mengabdi di kekaisaran, dengan memelihara rindu dan ingin tahu ke mana hilangnya Takudar.

Argun Khan menjadi Kaisar yang sangat ambisius, bersemangat menguasai dunia. Melanjutkan kebesaran leluhurnya, Jengiz Khan. Ia bahkan berambisi menaklukkan Jerusalem. Namun, dalam gerakan penaklukan dan usaha meluaskan wilayah kekukasaan dengan ambisi yang begitu besar, selalu rakyat yang menjadi korban. Termasuk di dalamnya, masyarakat Muslim yang sejak Khalifah Rasyidin telah menyatu dengan bangsa Mongolia sebaga warga minoritas. (lagi…)

loving1

Telah Terbit Novel “Loving Twice” karya Ratna Dwi

Ratna Dwi, ibu dua orang anak, yang merupakan salah satu anggota Forum Lingkar Pena Sumut baru saja menerbitkan novelnya. Yuk intip sedikit isinya! ^_^

Judul: Loving Twice
Penulis: Ratna Dewi
Penerbit: Mas Media Buana Pustaka
Harga: Rp. 25.500,00

Dalai adalah seorang vokalis Buble Band. Bersama band-nya ia bercita-cita menjadi band terkenal. Diantara personel lainnya, Dalai sangat berbeda, ia masih sangat polos mengingat ia belum pernah pacaran. Hingga datanglah seorang perempuan bernama Rika yang menawarkan indahnya cinta. (lagi…)

PS18

Tempe Azzam

Oleh :Winarti (Win R.G.)

Bulan Juni kemarin adalah bulan “demam KCB”. Anda tentu tahu apa itu KCB. Ya, Ketika Cinta Bertasbih. Sebuah film produksi anak negeri. Sejak munculnya film “Ada Apa dengan Cinta”, maka muncullah kebangkitan produksi film di Indonesia setelah sekian lama tidur.

Secara pribadi saya menyukai film ini, termasuk ibu dan adik saya yang saya boyong untuk ikutan hobi saya, nonton! Saat ibu saya ajak, beliau memandang saya lama namun pandangannya itu tampak kabur, tak lama kemudian beliau berkata, “Terakhir kali mamak nonton nang bioskop sama bapakmu pas ngidam kakang Antomu.” Oh…ternyata ibu mengenang memori terakhir kali di bioskop. Wah, itu kan 30 tahun yang lalu. Sehingga saat saya ajak beliau tersenyum-senyum. Aha, saya tahulah apa maksud ibu.Mau! (lagi…)

2801407385_9a62aecdf9_o

Yth. Keluarga Besar Forum Lingkar Pena Sumatera Utara
(Pengurus dan Anggota)

Insya Allah akan segera menggenapkan separuh dien..salah satu, eh salah, maksudnya dua orang kader terbaik FLP Sumut… :) (lagi…)

Workshop Menulis Fiksi (Cerpen dan Puisi)

Horas, Anak Medan !!
Kamu suka menulis Cerpen? Tertarik dengan Puisi? Tapi bingung memulainya dari mana? Selalu buntu manakala tulisan sedang dikerjakan ? Atau, kamu selalu merasa kekurangan mood ?
Ikutilah Pelatihan Menulis Fiksi Bersama para penulis kenamaan Forum Lingkar Pena (FLP). Nantinya kamu akan dibimbing untuk bisa menulis fiksi secara mahir, enak dibaca, dan tentunya mampu menembus media. Mau? Ayo, segera daftarkan dirimu !!

Yang Anda Dapatkan dari Pelatihan ini :
Gizi menulis Anda terus bertambah
Ide yang berserakan di kepala pastilah mudah untuk disatukan
Semangat menulis Anda akan kembali berkobar
Trik dan tips menulis yang Anda miliki tentunya terus terasah
Menghancurkan semua hambatan menulis cerpen/puisi
Menemukan kata-kata indah untuk menulis
Memiliki ketahanan yang dahsyat dalam menyelesaikan sebuah cerpen/puisi
Teknik jitu dalam menembus media dengan cerpen
Memahami kehebatan penulis fiksi
(lagi…)

304895387_d9a537df1c_o

“Ketika Cinta tak Bertasbih”

Berbekal keberanian untuk membuat sebuah karya, sebuah lagu tepatnya, Faris Justice Voice mencoba menulis dan membawakan lagunya sendiri yang bergenre Pop Religi. Lagu ini dibuat berangkat dari sebuah ide untuk menelurkan sebuah lagu Pop Religi yang menggunakan aransemen serius.

Dikatakan serius, karena beberapa personil yang bergabung mempunyai kemampuan musikalitas di atas rata-rata. Sebut saja nama Andi Amrullah, seorang seniman Jogja yag kerap tampil bersama Saunine String Quartet dan Orkestra Adi MS , mengisi bagian piano dengan nada-nada unik enigmatic hampir di setengah isi lagu. Faris sendiri, adalah seorang personil vokalis dari grup Nasyid Justice Voice yang telah malang melintang di jagad dunia hiburan bergenre lagu religi. (lagi…)

Esok,tepat 11 Juni 2009, film Ketika Cinta bertasbih yang diangkat dari sebuah novel berjudul sama karya seorang novelis FLP, Habiburrahman El-Shirazy akan diputar serentak di bioskop-bioskop seluruh Indonesia. Lantas, bagaimanakah hasilnya? Akankah KCB menuai prestasi lebih fenomenal dibanding Ayat-Ayat Cinta yang diangkat dari karangan masterpiece penulis yang sama? Berikut pendapat Mbak Dee (alias Rahmadiyanti Rusdi) yang merupakan mantan Redpel Annida dan kini menjabat CEO Lingkar Pena Publishing House melalui MP-nya : (lagi…)

Puisi: Sapardi Joko Damono

roseandrain

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni (lagi…)

P1120205

Puisi oleh Sukma

sepulang dari rumahmu
aku merasa ada yang terus membuntuti
dari arah belakang
seperti wajahmu
seperti senyummu

tapi ketika aku toleh ke arah belakang
wajah itu tiada
yang tersisa hanya senyummu
terbang rendah dibawa waktu (lagi…)

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »