
Esok,tepat 11 Juni 2009, film Ketika Cinta bertasbih yang diangkat dari sebuah novel berjudul sama karya seorang novelis FLP, Habiburrahman El-Shirazy akan diputar serentak di bioskop-bioskop seluruh Indonesia. Lantas, bagaimanakah hasilnya? Akankah KCB menuai prestasi lebih fenomenal dibanding Ayat-Ayat Cinta yang diangkat dari karangan masterpiece penulis yang sama? Berikut pendapat Mbak Dee (alias Rahmadiyanti Rusdi) yang merupakan mantan Redpel Annida dan kini menjabat CEO Lingkar Pena Publishing House melalui MP-nya :
Yang saya suka dari film ini:
“Feel” Mesir-nya dapet banget. Tanpa bermaksud membandingkan dengan AAC yang memang nggak bisa syuting di sana, kelebihan KCB memang dapat menyajikan dengan riil setting asli yang ada di bukunya.
Para pemeran utama yang notebene hasil audisi (seperti Kholidi Asadil Alam, Oki Setiana Dewi, Meyda Sefira) cukup bagus tuh mainnya. Lumayan alami.
Kalau di AAC, sebagian ibu-ibu mungkin nggak suka dengan pesan “poligami”nya, maka di sini kebalikan. Ibu-ibu bakal pada suka deh, haha! Malah sampe keluar dalilnya.
Sound tracknya! Melly sama Anto Hoed emang keren dah!
Pemeran Anna (Oki Setiana), jilbabnya rapi, seneng lihatnya. Semoga istiqamah dan teladan bagi para muslimah. Take care ya, Nduk, dunia hiburan itu kejam, jenderal! *halah*
Ada Ustadz Mujab! (Kayaknya kenal ama nih orang, wahaha)
Ali! (kayaknya kenal juga ma nih orang! Seneng teman FLP ada yang jadi artis *wink wink* Moga istiqamah dakwah via film, ya qon, bib…)
Yang nggak saya suka:
Ehmm, nanti aja deh kalau filmnya udah diputar sebulan, kekeke…
Thanks berat buat Habib atas undangan gretinya
.